Pemahaman Tentang Kematian Dalam Bhayabherava Sutta Dan Vatthupama Sutta

Authors

  • Boniran Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta Author
  • Joko Priono Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.66791/dharmaed.v2i1.2603

Keywords:

bhayabherava sutta, vatthupama sutta, Kematian

Abstract

Kematian adalah satu fenomena yang tidak bisa diubah dan dihentikan oleh manusia, bisa disebut juga abadi, yang mana manusia harus melewati periode ini. Kematian adalah jalan perpisahan yang terjadi untuk meninggalkan orang tercinta dan meninggalkan rasa sakit yang sangat dalam serta ketakutan terhadap orang yang ditinggalkan. Dalam Buddhisme sendiri, segala sesuatu tidak ada yang kekal, termasuk umur itu sendiri. Kelahiran dan kematian adalah proses kehidupan yang akan dilalui oleh semua makhluk hidup yang ada, di mana ada kelahiran pasti ada kematian, semuanya tergantung karma mereka sendiri. Sehingga, mereka bisa terlahir di alam yang sesuai dengan perbuatan mereka. Konsep kematian terdapat pada Salla Sutta yang menjelaskan bahwa ketidakpastian dan penderitaan hidup akan diakhiri oleh kematian, dan Maranassati Sutta mengajarkan tentang melatih kesadaran akan kematian agar dapat mengakhiri noda batin dan ketakutan terhadap kematian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu studi kepustakaan yang bersumber dari buku dan jurnal. Hasil dari kajian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang terlibat dalam bidang pendidikan agama dan keagamaan Buddha, yang dikembangkan sebagai bahan edukasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha secara teoretis maupun praktis.

 

Kata Kunci : Kematian dalam bhayabherava sutta dan vatthupama sutta

 

References

Abigail Christi Epayona Br Tarigan (2022). Cinta dan kematian dalam eksistensi manusia menurut Gabriel Marcel, Yogyakarta.

Analayo, Bhikkhu. (2016). Early Buddhist Teachings on Death and Rebirth. Journal of Buddhist Philosophy

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Uci, & Ellya. (2020). Konsep Kematian dalam Perspektif Medis dan Filosofis. Jurnal Ilmu Kesehatan.

Bodhi, Bhikkhu. (2005). The Middle Length Discourses of the Buddha (Majjhima Nikaya). Boston: Wisdom Publications.

Elisua hulu (2018). KEMATIAN YESUS KRISTUS BAGI PENGAMPUNAN.Journal “Missio-Cristo”.Volume 1,No,1.Tim Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha (1997). Sutta Pitaka Majjhima Nikaya: II. Hanuman Sakti, Jakarta.

Dela Agisti. (2018). Doktrin Buddhisme tentang Kematian dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Sosial Keagamaan Umat Buddha di Vihara Dharma Bhakti. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Raditya, B., & Student, W. G. (2020). MEMAKNAI PERISTIWA KEMATIAN DALAM TERANG ESTETIKA TEOLOGIS KRISTIANI (Vol. 36, Issue 3).

Gunaratana, Henepola. (2011). Mindfulness and Death Awareness. Journal of Buddhist Studies.

Nanamoli, Bhikkhu. (1995). The Path of Purification (Visuddhimagga). Kandy: Buddhist Publication Society.

Rahula, Walpola. (2008). What the Buddha Taught. Jakarta: Yayasan Penerbit Karaniya.

Riani, P., & Fitriyana, N. (2019). SIKAP DALAM MENGHADAPI KEMATIAN MENURUT AJARAN BUDDHA THERAVADA. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 20(1), 34–52.

Uci, K. W., & Ellya, R. (2020). View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk. Journal Universitas PGRI Semarang, 1(1), 274–282.

Sraman, S. D. R (2018). The Bhayabheravasuttavaṇṇanā of the Majjhima-nikāya. (Thesis). University of Hong Kong, Pokfulam, Hong Kong SAR..

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

25-04-2026

How to Cite

Pemahaman Tentang Kematian Dalam Bhayabherava Sutta Dan Vatthupama Sutta. (2026). Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial Dan Agama (Dharma Edukasi), 2(1), 21-34. https://doi.org/10.66791/dharmaed.v2i1.2603